Flipped Classroom, Apa Itu?

Pernahkah anda mendengar Flipped Classroom? Istilah ini mungkin baru saja anda dengar, atau mungkin sudah sering anda dengar. Ok, sebetulnya Flipped Classroom hanyalah istilah biasa dimana pembelajaran di sekolah yang selama ini dilakukan berawal di dalam ruangan kelas.

Di sekolah, siswa diajari materi pelajaran oleh guru di kelas melalui ceramah atau penjelasan langsung dari guru, diskusi kelompok, atau membaca dan mengamati, kemudian mengerjakan tugas-tugas untuk penguatan di rumah berupa PR. Aktivitas ini dikelompokan sebagai pembelajaran tradiosional.

Sedangkan Flipped Classroom, siswa mempelajari materi pelajaran di rumah melalui menonton video pembelajaran, membuat rangkuman, mencatat poin-poin penting, membuat pertanyaan, diskusi dengan teman secara online, atau membaca sumber-sumber yang dibutuhkan, kemudian mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru untuk penguatan di kelas. Aktivitas ini dikelompokan dalam pembelajaran terbalik.

Jadi aktivitas belajar yang selama ini dikerjakan di ruang kelas dibalik sehingga ketika siswa bertemu di ruang kelas, guru tinggal memberi penguatan dan memberi tugas-tugas lain. Peran guru menjadi lebih efektif sebagai tutor dan lebih banyak siswa yang ‘lemah’ akan terbantukan.

Untuk menerapkan Flipped Classroom, ada banyak tool/aplikasi yang dapat digunakan. Sebutlah tiga aplikasi yang banyak di gunakan saat ini seperti Google Classroom, Edmodo, dan Quipper. Ketiga aplikasi ini memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing, tinggal anda lebih nyaman menggunakan yang mana.

Posts created 28

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas